Sepatah Cerita Borneo (2)

•February 2, 2010 • 2 Comments

Raung buldozer gemuruh pohon tumbang
Berpadu dengan jerit isi rimba raya
Tawa kelakar badut-badut serakah
Dengan hph berbuat semaunya

Lestarikan alam hanya celoteh belaka
Lestarikan alam mengapa tidak dari dulu…

Oh mengapa…..
Oh…oh…ooooo……
Jelas kami kecewa
Menatap rimba yang dulu perkasa
Kini tinggal cerita
Pengantar lelap si buyung

Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang
Banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia

Lestarikan hutan hanya celoteh belaka
Lestarikan hutan mengapa tidak dari dulu saja

Oh…oh…ooooo……
Jelas kami kecewa
Mendengar gergaji tak pernah berhenti
Demi kantong pribadi
Tak ingat rejeki generasi nanti

Bencana erosi selalu datang menghantui
Tanah kering kerontang
Banjir datang itu pasti
Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi
Punah dengan sendirinya akibat rakus manusia

Isi rimba tak ada tempat berpijak lagi – Iwan Fals

***

Dimulai dari sebuah obrolan yang biasa saja, sekedar basa-basi.

Bapak, sepuluh, limabelas, tahun yang lalu daerah ini seperti apa? Apakah sudah segersang dan seterang ini? Bapak yang sudah berumur 50 tahun lebih sepertinya itu mengatakan “dulu aku masih bisa melihat burung terbang dan kicauan burung”. Hawanya tidak sepanas sekarang, sekarang rasa-rasanya teriknya sangat menyengat.

Sejauh mata memandang

Suasana siang itu begitu singkat untuk dilewati dengan cerita tentang sangar dan gaharnya hutan di wilayah Borneo ini. Cerita tentang bagaimana serunya orang dayak dahulu dalam melintas daerah yang berimba dengan menggunakan perahu klasik mereka. Tanpa suara mesin, tanpa sinyal telepon seluler, tanpa kecanggihan teknologi. Seolah aku dibawa terbang ke masa itu. Setidaknya begitulah gambaran cerita yang kutangkap dari dogengan malam itu. Continue reading ‘Sepatah Cerita Borneo (2)’

Sepatah Cerita Borneo (1)

•December 28, 2009 • 12 Comments

Semakin jauh aku melangkah dan masuk ke Indonesia semakin aku kagum dengan segala keragaman yang dimiliki negeri ini. Bangga aku akan keragaman yang ada didalamnya, hanya saja aku benci dengan orang-orang yang mengelolanya.

Road To Kahayan

Sebuah cerita yang sepertinya hampir sama sepertinya aku temui di setiap perjalanan yang aku lewati. Sebuah lagu lama yang begitu nyaring ditelinga kita. Sebuah ‘kejomplangan’ sisi kehidupan yang begitu dekat dengan kita. Kehidupanku sebagai penggali kesempatan untuk mencari kepingan rupiah adalah sisi yang sama yang dimiliki semua orang dan ditiap sisi kehidupannya. Aku mungkin sedikit lebih beruntung bisa menganyam pendidikan dari tingkatan Taman Kanak-kanak dengan gembolan tas makanan lucu dipunggung adalah mas indah dan ceria yang telah kutoreh di kehidupanku masa kecil, Continue reading ‘Sepatah Cerita Borneo (1)’

Tim Sepakbola Kancing dan Lapangan Tenis

•November 6, 2009 • 5 Comments

Banda Aceh 1996

Sepak Bola Kancing

Tim sepak bola kancing, permainan ‘ciptaan’ kami begitu hebat mempengaruhi jiwa penikmat sepakbola kami dulu. Banyak waktu kami sisihkan untuk mengurusi tim kesayangan. Seperti halnya laga sepakbola dunia, kami mengurusi dunia sepakbola kancing dengan serunya, mencari bibit pemain handal, mulai dari striker, back, hingga keeper, segala pasar dan taylor baju penjahit kami datangi untuk mencari pemain handal dan berkelas.

Permainan ini begitu berkesan, bak pengelola tim sepakbola profesional kami mengurusi permainan ini. Mulai dari mengurusi jual-beli pemain, aturan permainan, hingga hukuman dalam permainan. Masing masing orang dari kami boleh memiliki tim dan kesebelasan sendiri asal belum ada pemiliknya. Saya masih ingat saat itu saya mengelola tim Mexico untuk tingkat nasional dan Fiorentina untuk tingkat club.

Batigol

Tak tanggung-tanggung, permainan ini yang semula hanya dimainkan oleh 4 orang tiba-tiba merebak menjadi 12 hingga 15 orang! bahkan ada diantaranya sudah SMA dan satu orang anak kuliahan ikutan permainan ini.

Ada FIFA-nya tersendiri untuk permainan ini, yang mengurusi masalha peraturan, wasit dan hukuman yang sesuai. Ada pula Badan yang mengurusi urusan sekelas club, tugasnya sama seperti ‘FIFA’ hanya lingkupnya lebih sempit. Kejuaraanpun kami bikin untuk adanya persaingan, mulai dari daftar pemain dan hingga transfer pemain.

Saya masih ingat saat itu tim terkaya salam dunia kancing ini adalah Inggris dan untuk tingkatan club MU dan AC Milan masih yang paling ngetop. Inggris adalah juara tak terkalahkan dalam berbagai pertandingan dan kompetisi, sedangkan MU dan AC Milan adalah tm terkaya karena memiliki pemain kerkualitas terbanyak. Bang Heri pemiliknya, Sudah lama saya tidak mendengar kabar mereka. Continue reading ‘Tim Sepakbola Kancing dan Lapangan Tenis’

One Step Closer

•October 30, 2009 • Leave a Comment

Keluar mulut harimau, masuk mulut buaya!

Like This!

•September 16, 2009 • 3 Comments

kawanku punya teman
temannya punya kawan
mahasiswa terakhir fakultas dodol

lagaknya bak profesor
pemikir jempolan
sepintas seperti sibuk mencari bahan skripsi

kacamata tebal maklum kutu buku
ngoceh paling jago banyak baca kopingho

bercerita temanku tentang kawan temannya
nyatanya skripsi dibeli oh disana
buat apa susah-susah bikin skripsi sendiri
sebab ijazah bagai lampu kristal yang mewah
ada diruang tamu hiasan lambang gengsi
tinggal membeli tenang sajalah

saat wisuda datang dia tersenyum tenang
tak nampak dosa di pundaknya
sarjana begini banyakkah di negeri ini
tiada bedanya dengan roti

menangis orang tuanya
lihat anaknya bangga
lahirlah sudah si jantung bangsa aku hanya terdiam
sambil kencing diam-diam
dengar kisah temanku punya kawan

Lirik oleh Iwan Fals
“Kisah temanku punya kawan”

***
Menggelitik…