Sekolah Navigasi Darat 2009
Navigasi Darat adalah ilmu dasar yang wajib dikuasai oleh anggota Astacala yang juga jadi syarat dan modal penting dalam berkegiatan khususnya dimedan Gunung Hutan. Navigasi Darat itu mempelajari semua hal yang berkenaan dengan penggunaan secara mendalam, penggunaan kompas dan peralatan navigasi darat lainnya.
Kaki Gunung, Desa Cibeber

Perkebunan Desa Cibeber dan Gn. Tambak Ruyung
Praktik dari Navigasi Darat kali ini bertempat di Desa Cibeber, Kecamatan Sindang Kerta, Ciwidey – Jawa Barat. Desa cibeber adalah daerah perkebunan yang sejuk. Desa Cibeber merupakan desa yang berdekatan dengan kaki 3 puncakan gunung di Ciwidey (Gunung Tambak Ruyung, Wayang, dan Masigit) Posisi ini memberi manfaat saat pelaksanaan materi dilapangan mengingat saat praktik lapangan Navigasi Darat titik ekstrim sebagi titik acuan sangatlah dibutuhkan ditambah kondisi lingkungan yang sangat mendukung dimana sekitar desa tersebut adalah daerah perkebunan teh yang berbukit dan perkebuanan yang luas menjadikan pandangan jauh sehingga bisa menganalisa dan melihat medan secara lebih luas dan leluasa.
Sekolah Navigasi Darat angkatan Lembah Purnama dipanitiakan oleh angkatan Lembah Purnama sendiri, dari 22 orang total Anggota Muda Lembah Purnana yang bisa melaksanakan Sekolah ini hanya 19 dikarenakan yang lain berhalangan. Pelaksanaan dari sekolah ini dimulai dari pemberian Materi Kelas pada tanggal 6 Mei 2009.
Materi Kelas

Anggota Muda Lembah Purnama saat Materi Kelas
Materi kelas adalah pemberian materi secara teoritis tentang tehnik dan cara melakukan navigasi darat dilapangan. Materi kelas ini sendiri diisi oleh Andi Wirawan aka Acong (A – 068 – Kawah Asa) dan saya sendiri (A – 064 – Angin Utara) Pemberian materi kelas yang berdurasi 3 jam ini menjelaskan tentang pengetahuan peta, dan peralatan navigasi serta tehnik yang digunakan saat navigasi darat khususnya navigasi darat gunung hutan.
Praktik Lapangan

Team B, Ready To Go!
Desa Tjibeber sudah menjadi langganan jalur Pendidikan Dasar Astacala, setidaknya dari 2 kali terakhir Pendas kita melewati wilayan ini. Awalnya tempat pelaksanaan Sekolah ini di perkebunan teh Cibuni di Wilayan Selatannya Situ Patengan – Cianjur tapi dikarena kan urusan birokrasi perijinan disana sangat amat ribet (secara itu pabrik teh punya orang Perancis, hiks..) jadinya pilihan kembali jatuh ke desa ini. Sekolah Navigasi Darat Angkatan Angin Utara tahun 2006 dan angkatan Mentari Pagi 2007 dulu juga di daerah ini, itu saat saya masih menjadi peserta. Tapi yah no problemlah… mengenang masa lalu
Desa yang mayoritas penduduk sebagai pekerja di perkebunan baik kebun teh, sawi kol, tomat dan rempah-rempas khas wilayah ketinggian. Alam desa yang masih sangat kental dan suasana dinginnya hawa gunung masih sangat terasa mengantar kami untuk langung mendirikan camp setelah keberangkatan dari sekretariat jam 4 sore dan tiba hampir menjelang maghrib. Camp lebih enak disebut hotel (mesti besoknya jadi penuh becek lumpur) telah berdiri oleh tim pendarat (Acong dan Supari LP) Hari itu tanggal 8 Mei 2009
Keesokan harinya dimulai dengan praktik dari navigasi darat dengan cara melakukan resection dan intersection yaitu tehnik membaca peta dengan mencari tahu posisi berdasarkan posisi pada peta dan disesuaikan dengan medan yang sebenarnya. Pencarian point number adalah cara untuk menerapkan cara tersebut uyaitu dengan peserta sekolah “dipaksa” mencari point yang telah disebar pada posisi tertentu untuk dicari berdasarkan orientasi dan membaca medan. Point dipasang pada koordinat (koordinat geografis) tertentu. Cara ini dirasa bisa mewakili maksud untuk membaca peta, orientasi dan membaca koordinat peta. Begitu juga di hari kedua, intinya adalah mebaca sebanyak mungkin pertanda di medan dan mengetahui posisinya pada peta dan menerapkan tehnik resection dan intersection serta pemaksimalan pemakaian kompas serta protaktor untuk plotting posisi terakhir.

Bidik Titik Ekstrim
Senam pagi berlatar Perkebunan dan kabut pagi dingin khas pegunungan.

Suasana Pagi
Sekolah Navigasi Darat ini adalah rangakain dari program pendidikan lanjut bagi anggota muda Astacala, sebagai bekal berkegiatan di alam bebas. Ilmu ini adalah ilmu yang pasti akan sangat dibutuhkan dalam medan gunung hutan selain ilmu lain yang juga tidak bisa dikesampingkan. Saya sebagai kepala sekolah yakin (pengalaman pribadi pas masih AM dulu) Navigasi Darat itu dikuasai dari praktik dan jam terbang, tapi setidaknya setelah sekolah ini anggota muda telah memiliki modal dasar untuk berkegiatan di alam bebas khusunya gunung hutan.
Terima kasih kepada panitia sekaligus peserta Sekolah Navigasi Darat yaitu anggota muda angkatan Lembah Purnama, Cirit (AM – 004 – Jejak Rimba) dan pastinya Anggota penuh sebagai instruktur (Acong, Wida, Sigong dan Pak Kebo) telah bersedia membantu. Salam, Isack Farady (Kepala Sekolah Navigasi Darat, Badan Pendidikan Dan Latihan Astacala 2009 – 2011)

Full Team Sekolah Navdar 2009

kapan lagi ya
ada sekolah nafigasi..??
pengen ikut ni…..
salam lestari buat semua….
yoi bro…
maen ke ASTACALA lah…
salam lestari
/\ /\
kabari aq dong kalo ada sekolah NAVRAD.
salam lestari
kapan di buat sekolah navigasi darat di maanado {sulawesi utara} atau eiger enventure service team {east} by filtor klu ada jawan telpon saja ke 081244616168 by filtor
seru amat….
jadi iri nih. main ke Mayapada STKIP PGRI Sumenep-Madura dong….
crita2 sambil bagi ilmu.
salam lestari…….
salam lestari!!!!!
kabari dunk klo da NAVDAR lagi???
ditunggu lho???
kalau mau sekolah navigasi darat datang aja ke Mapala Green Technic ATPN Banjarbaru …………..he