Satu Pohon Untuk Satu Orang


Entah kenapa tiba-tiba pikiranku terbang ke beberapa tahun yang udah lewat, kalo aku gak salah “terbang” ke tahun 2001 deh. Waktu itu aku menghadiri acara syukuran kelahiran anak kalau adat didaerah ku (Aceh-red) disebut “Peutron Tanoh” (menurunkan ketanah-red), ini adalah acara adat sebagai rasa syukur akan kehadiran seorang anak ditengah-tengah keluarga. Selain adanya acara syukuran berupa Aqiqah ada satu ritual yang biasa dan sering dilakuin dalam acara itu, aku sempat melihat dan aku sangat tertarik dan aku sungguh terpesona dengan filosofi untuk salah satu acara adat didaerahku.

Selain acara adat yang dimulai dari doa-doa dan makan-makan, setelahnya ada kegiatan atau ritual yang menurutku bagus sekali filosofinya. Ritual, mungkin gak panta disebut ritual kali ya? yang jelas dari pihak keluarga menyimbolkan sebuah makna panjang umur dan bisa membahagiakan dan menyenagkan orang lain dengan cara menanam sebuah pohon yang nantinya pohon ini tidak boleh ditebang selain dengan alasan terpaksa.

Jelasnya begini, sebagai simbol saja sih sebenernya. Saat sebuah keluarga dianugerahi seorang anak maka orang tua mengharapkan anaknya tersebut jadi orang yang bermakana dan bermanfaat bagi keluarganya. Semua doa dan harapan itu disimbolkan dan dilambangkan oleh sebuah pohon yang ditanam oleh si bapak. Pohon tersebut ditanan dipekarangan rumah dan tidak boleh ditebang. Pohon itu disimbolkan sebagai seorang anak yang akan diharapkan menjadi tumbuh sebagai anak yang berbakti dan penurut kepada orang tua. Pohon itu ditanan berbarengan setelah kelahiran seorang anak. Pohon itu juga diharapkan bisa menjadi sebuah kenangan untuk melihat kelak bagaimana anak tersebut.

Yang menurutku paling menarik adalah selain harapan dan doa dari orang tuatersebut ada sebuah filosofi yang menarik untuk disimak, yaitu alasan untuk menanam. Bayangkan jika setia anak yang lahir didunia ini oleh kedua orang tuanya menanam sebuah pohon dan pohon tersebut tidak boleh ditebang dengan alasan apapun, tentunya kita busa bayangin berapa banyaknya pohon yang tumbuh seimbang dengan jumlah peningkatan kelahiran didunia ini, jika dalam satu hari di Indonesia ada terjadi 10 kelahiran maka otomatis ada 10 pohon juga yang bertambah, bayangkan jika dalam setahun Indonesia akan menambah berapa jumlah pohon?

Terlepas dari alasan unsur adat, mari kita simak manfaat dari menanam sebuah pohon untuk satu orang, makan kita telah ikut menghijaukan bumi bukan? kalau ingin melihat pahala juga bisa, bisa telah ikut berbuat baik untuk kelangsungan umat manusia dimasa depan. Lantas mengapa tidak dicoba saja. Bayangkan saja sekarang pemerintah menerapkan untuk menanam pohon untuk setiap anak yang lahir sama pentingnya dengan membuat akta kelahirran, bukankah itu akan sangat membantu pemerintah dalam hal membantu memperbaiki kerusakan lingkungan akibat perambahan hutan yang banyak terjadi di Indonesia?

Tolong ingatkan aku kalau aku nanti jadi menteri lingkungan hidup atau menteri kehutanan atau menteri apapunlah (amin… hehehe) suapa aku bisa menjalankan program ini, aku pengen bikin yang namanya program satu pohon untuk sebuah nama. Jadi untuk setiap anak yang lahir entah dari suku mana, warna kuliat apa, mau perempuan, laki-laki jika ingin memiliki sebuah sertifikat kelahiran alias akta kelahiran harus membawa bukti telah menanam sebuah pohon untuk kelangsungan hidup semuanya.

***

Bumi ini kalau menurut saya sudah cape buat nerima semua tingkah kita yang aneh-aneh yang semua gak meneynagkan buat bumi, liat aja, laut dikotori ama minyak kotar padahal minyak yang alami disedot ampe kedalam perut bumi bumi gak bisa proes. Dari sekarang kita harus sadar mungkin semua bencana alam yang kita alami bisa jadi karena bumi udah mulai gak mau sahabatan ama manusia lagi jadi bumi agak sedikit gemes dengan memperlihakan sedikit kekesalannya supaya manusia sadar kalo udah berbuat kerusakan terhadap bumi, tapi yah yang namanya manusia gak bakal berenti ngerusak sebelu mati hehehe….

Whateverlah, mau ikut adat atau enggak yang jelas banyak tindakan yang bisa kita kerjain untuk ikut turut serta dalam mencegah terjadinya yang namanya global warming, bumi ini udah terlalu lama kita siksa karena kita terlalu sering berteduh dan ngadem dalam dinginnya freon AC yang notabene bisa ngerusak ozon, jadi mending kita ademin bumi pake pengijauan yang alami, bukankah itu jauh sangat lebih baik?

Kembali lagi ke ingatanku ke beberapa yang lalu, semoga acara adat kaya gitu masih terlaksana sampe sekarang sehingga setiap hari aku bisa berbangga karena setidaknya untuk satu kelahiran kita telah menanam sebuah pohon untuk masa depan.

Ingat, satu pohon untuk satu orang!

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Journey and tagged . Bookmark the permalink.

2 Responses to Satu Pohon Untuk Satu Orang

  1. rheef says:

    Mantaf….okrai be ge te…

    satuju neh buat satu pohon untuk satu anak, kl perlu satu nyawa…

  2. isackfarady says:

    kan lumayan tuh jadi tiap satu orang utang satu pohon untuk bumi ini hehehe…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s