Back Packing To Sindoro – Sumbing (Part II)


Puncak Sumbing 3.371mdpl

Kelanjutan dari back packing Sindoro belum selesai sampai disini, setelah summit attack Sindoro pagi hari tadi, kami harus mempersiapkan fisik untuk melanjutkan pendakian ke gunung dengan ketinggian lebih tinggi dari gunung sindoro. Perjalanan turun dari Sindoro membutuhkan waktu total hampir 6 jam, mesti orang-orang bisa turun dalam waktu 4 jam doang😛 Kami nyampe di pos Pendakian Sindoro jam 5 Sore. Gw langsung beresin proses administrasi pendakian, gw ngambil KTP yang harus dititipin sebelum melakukan pendakian, bayar uang makan di warung base camp. Selanjutnya kita bergerak ke arah jalan raya menuju ke next destination., Sumbing. Base camp sumbing cuma berjarak kira-kira 3 km dari base camp Sindoro. Karena udah kesorean akhirnya kita milih naik angkutan ke base camp Sumbing mesti ntar harus jalan kaki lagi sejau 500 meter lagi😛

Sindoro di balik awan

Base camp Sumbing

Gw ngeliat jam tangan udah nunjukin jam 18.00 pas waktu gw nyampe di Base Camp Sumbing. Suasana Base Camp ini diselimuti kabut. Kondisi BAse Camp Sumbing jauh lebih baik dari Base camp Sindoro. Base Campp Sumbing lebih terlihat terawat dan tertata rapi. Dengan fasilitas kamar mandi yang memadai. Boleh gw bilang kalo selama gw mendaki ke gunung Base camp Sumbing jadi peringkat no.1 dalam hal kebersihan. Top deh! Nyampe base camp gw langsung Mandi, secara udah 3 hari badan ini gak kena air, kebayang baunya hehehe… Sementara anak-anak yang lain pesan makan malam, dan pesan minuman hangat. Beuhh… Airnya dingin banget bo’ bikin badan menggigil pas mandi, tapi setelahnya badan kerasa seger banget. Ditemani segelas air jeruk hangat dan nasi goreng rasanya hari itu bener-bener gak terlupakan (halah…) Sebelum tidur gw sempet nyalain Handphone buat ngecek kondisi dunia sana, dan ternyata gak ada berita menarik untuk disimak kecuali berita tentang registrasi SP gw yang beres tanpa masalah, cukuplah. Sekarang gw lagi liburan gw gak mau diganggu ama masalah perkuliahan (lari dari masalah :))) Recovery fisik dimulai malam itu, dengan makan enak, minum air seger, dan meregangkan otot-otot yang pegel. Malam dingin itu akhirnya ditutup dengan tidur di base camp. zzzz….

jalur garung di ladang warga

Pendakian ke puncak Sumbing, personel tim berkurang 2 orang. Bugi yang emang sejak turun dari Sindoro kakinya sempet keseleo jadi milih gak ikut mendaki selain alasan karena ngurus SP yang belum kelar, kemudian Ayis juga ikutan gak ikut karena ada urusan yang mendadak di Bandung. Tapi show must go on, akhirnya mesti cuma berenam gw tetap milih buat naik, udah kepalang tanggung. Pendakian Sumbing terasa lebih berat dari dugaan, perkiraan awal kami adalah di jalur pendakian ini (Desa Garung-red) akan dijumpai banyak mata air, eh karena kamai mendaki di musim kemarau kata penjaga base camp sungai yang mengalir dijalur Garung udah pada kering. Jadi mau gak mau kita bawa air sejirigen perorang yang tentunya carrier kebayang beratnya😛

Jalur pendakian Garung merupakan jalur pendakian yang paling banyak dipilih karena berbagai alasan, antara lain karena melalui jalur ini adalah jalur terdekat menuju ke Jalur pendakian Sindoro di desa tetangga.Trus jalur ini juga katanya jalur paling rame karena memiliki marka jalur yang jelas dan punya pemandangan paling bagus dengan track yang menantang, serta jalur dengan akses tercepat mencapai puncak Sumbing. Perjalanan awal pendakian Garung seperti biasa melewati jalur perkebunan warga yang memiliki kemiringan jalur yang wuah… bikin otot paha gw pegel-pegel. Baru jalan 20 menit udah berenti 30 menit pula :)) Kalo kita ngelewati jalur Garung ada dua pilihan yang bisa diambil kita bisa milih lewat jalur lama atau lewat jalur baru. Kami milih lewat jalur baru karena bisa melewati sungai mesti saat kami lewati sungainya kering kerontang karena lagi musim kemarauuuu. Jalur lama itu lebih landai dari jalur yang kami lewati, tapi karena target ngecamp hari ini berada di jalur yang baru jadinya kami milih lewat jalur ini. Pendakian di awal terasa sangat menyiksa, dengan tas yang berat, matahari yang terik, dan jalan yang mendaki tanpa poin bonus kami menikmati perjalanan ini dengan beristirahat dan bercanda dengan girang sampe gak berasa kalo tiap kali istirahat itu kami ngabisin waktu sampe setengah jam! buset.. Tapi emang ini kan liburan gak enak naik gunung kalo dipaksain. Terlalu tergesa-gesa, bisa-bisa gak bisa nikmatin indahnya naik gunung (halah…)

suasana pos II

Mesti kami udah jalan dengan lambatnya toh kami tiba di pos II sesuai rencana, malah lebih awal setengah jam. Jam 14.30 kami udah nyampe di pos II yang merupakan tempat camp yang direncakan. Pilihan camp disini sempat ditanyain ama penjaga base camp, katanya masih terlalu deket perjalanannya , kenapa gak ngecamp di Watu Kotak yang udah hampir muncak saja? yah karena ini pperjalanan liburan yang gw set santai banget ya gak masalah. Toh kata narasum,ber pendakian si Boleng pos II merupakan pos terakhir yang cukup pas dijadiin tempaty camp karena masih memiliki hutan yang lebat mesti cuma hutan Lamtoro. Tapi disini berbeda dengan yang diceritakan si Boleng, Pas kami datang kami disambut dengan pemandangan memilukan, pos II yang gw bayangin adalah pos yang rimbun dengan banyak pohon gede-gede disekitarnya eh tapi pas gw kesan udah banyak pohjon yang udah ditebangin ama masyarakat buat dijadiin kayu bakar, shitlah tega banget dia tebang kayu cuma untuk dijadiin kayu bakar. jadinya pos II yang kami bayangkan indah itu jadi kering dak seindah yang dibayangin. Akhirnya mesti kecewa kami tetap memilih ngecamp disana karena pilihan camp yang udah sesuai rencana. Karena nyampe cepet persiapan camp pun cepet beres, kayu kering buat api udah terkumpul, makan siang udah tersaji oleh koki handal (Wida ama Prita) para cowoknya malah main kartu mesti yang jadi korban kekalahan selalu saj gw hahaha… Setelah makan malam kami pun segera tidur lelap mempersiapkan fisik karena kami tau pendakian besok lebih berat dari hari ini, mesti sebelum tidur kami main kartu dulu dan gw jadi pecundang disitu jiakakak…

never give up

Rabu (02/07/08)

Pendakian hari kedua dimulai dari Pos II dengan medan menanjak dan vegetasi masih hutan Lamtoro, kemudian udah sabana terbuka dengan terik mataharai yang menyengat, debu bertebaran mungkin karena musim kemarau jadinya jalur jadi kering nkaya gitu. Semakin kami naik ke ketinggian pemandangan semakin menakjubkan, gunung SIndoro di arah utar berdiri tegak menantang. Rasanya gw gak percaya kemarin gw berada di puncak gunung tersebut dibalik awan di kejauhan. Sekarang gw tinggal mengalahkan ambisi gw untuk mendaki gunung yang konon ceritanya dua gunung ini awalnya menyatu. Mesti keringat bercucuran tetap saja gw angkat tuh kaki buat menapak lebih tinggi.

i was there Sindoro

Dua jam perjalanan terasa sangat melelahkan, pemandangan yang indah jadi hiburan yang sangat berarti. Sesekali candaan anak-anak jadi pelepas rasa pegel. Tiap kali istirahat gw selalu menghibur diri dengan menyanyi dengan keras, dimana lagi bisa teriak nyanyi keras-keras kalo gak di hutan hehehe… Hari itu kami makan siang di Pos Watu Kotak. Jalan menuju pos ini bisa dibilang sulit, karena harus melewati jalur menanjak berbatu, sunguh menantang jalur ini. Gw aja ampe megap-megap lewat jalur ini. Makan siang di Watu kotak kami udah bisa ngeliat kumpulan awan, kare ketinggian udah diatas 2.700 mdpl jadinya awan udah berada dibawah ketinggian kita. Jadinya kepulan awan udah kelihatan indah baget. Kami udah berdiri ditas awan… Makan sian berasa nikmat banget, dengan menu Indomie, Nugget beuh… sedapnya makan… Perjalanan dilanjutkan setelah istirahat makan siang dan ini merupakan tantangan terberat dali jalur ini jalur tanjakan berbatu dengan kemiringan lebih dari 45′ otomatis bikin otot paha pegel gak ketulungan. Perjalanan ini dinikmati sekali ama anak-anak soalnya gw ngeliat semua pada ceria-ceria gak ada yang merengut ato pundung gak jelas. Gw suka jalan ama tim ini, the best team! Jam 3 teng gw nyampe di titik top gunung Sumbing di 3.371 mdpl tidak dapat didaki karena puncak abadinya adalah berupa tebing terjal. Jadi hanya dibikin sebuah titik triangulasi TOP mungkin dengan ketinggian kurang 200meteran dari titik tertingginya. Yang jelas pendakian mencapai puncak Sumbing tercapai untuk target hari itu. Pemandangan yang terindah yang pernah gw liat disana, pemandangan gunung Sindoro yang bertetanggaan dan awan menggumpal yang indah serta gemuruh angin puncak yang amat kencang membuat sensasi pendakian semakin menarik untuk dinikmati. Setelah selebrasi dipuncak Sumbing, membuat foto-foto kenangan, dan merasakan sejuknya puncak Sumbing, gw mutusin untuk segera mencari tempat camp di kawah gunung Sumbing.

perjalanan ke puncak dengan latar Sindoro

Puncak Sumbing itu juga terdapat kawah hidup dan sebuah danau kecil yang pas kami datang kesan akondisinya tengah kering karena gak ada iar yang ngalir dan hujan gak turun. Kawah belerang juga ada digunung itu, mesti gak segede Merapi tapi jelas asap belerang nyembur dari sana. Aroma Belerang juga menyengat pas perjalanan turun ke kawah buat kami menjari shelter untuk ngecamp malam itu. Jam tangan gw udah nunjukin jam 18.00 tandanya kami harus segera mencari tempat camp dan secepat mungkin mendirikan camp biar gak dikalahkan oleh dinginnya malam nanti. Semua selesai tepat pada waktunya, dome berdiri dengan gagahnya, tumpukan kayu kering dan minuman hangat tersedia akhirnya semua bisa melepas pakaian l;apangan dan segera melepas lelah dengan minum dan mempersiapkan makan malam. Malam itu berasa begitu dingin, gw gak bawa thermometer sih mungkin gw bakal kaget kalo sempet ngeliat temperatur disana, rasanya gw gak bisa percaya dengan dinginnya. Angin yang bertiup membuat dingin menusuk ketulang, padahal gw ama anak-anak udah make baju 3 lapis tapi dinginnya masih aja kerasa.

“Sumbing, aku di puncakmu!”

Malam itu setelah makan malam didinginnya malam gw segera ngambil posisi tidur untuk segera tidur entah kenapa hari itu terasa cukup berat, dan ngantukpun kerasa berat banget. Tidur pulas adalah pilihan yang tepat, setelah semua dirasa aman untuk ditinggalkan didome, gw gak mau kejadian kehilangan sepatu trekingnya si Bugi terulang lagi. Emang pas di Sindoro anggota tim gw kehilangan sepatu dimalam perta pendakian Sindoro, kesel bukan main, masa ada yang tega nyolong sih ditengah gunung, bukannya saling membantu. Orang-orang begitu yang mesti dikutuk dari dunia ini. Tapi malam itu sepertinya jadi malam terindah dipendakian ini, dalam dinginnya malam kami semua tertidur lelap.

Bangun pagi mesti gak kesiangan tapi kamitetep aja lelet karena keasikan menikmati pagi yang indah, dan gw ama si Boleng sempet main ke Kawah yang ada belerang katipnya dan menimmati udar disana. Setelah sarapan dan packing kami mulai nyari jalur keluar dari kawah dengan ancer-ancer jalur turun melalui desa Butuh. Ini merupakan jalur rekomendasi Boleng karenga jalur ini merupakan jalur yang landai buat turun, karena menurut gw jalur turun yang terlalu curam bakal bikin kaki makin pegel. JAdinya gw ngikut aja sarannya Boleng. AWalnya Acong yang nyari arah turun ke Selatan menuju jalur turun desa Butuh, tapi begitu kami lanjut ke jalur tersebut yang kami dapati adalah jurang-jurang terjal yang gak mungkin dilewati jadinya akhirnya gw putusin buat milih jalur muter balik menuju jalur si Boleng pada pendakian sebelumnya melewati kawah belerang aktif.

didekat kawah belerang Sumbing

Nyari jalur turun ternyata tidak terlalu sulit karena udah ada jalur yang jelas, kami tinggal ngikutin jalur tersebut dan ketemu jalur turun ke desa Butuh. Dalam perjalanan menuju jalur desa Butuh masih didalam kawasan kawah Sindoro kami sempet ngeliat gerombolan Babi hutan yang gede-gede, jujur aja selama gw naik gunung baru kali ini gw ketemu Babi hutan segede itu. Segerombolan pula. Ah itu jadi hiburan tersendiri buat gw. Akhirnya jalur Turun ke Desa Butuh ketemu dan kami terus ngikutin jalur tersebut. Jalur ini emang sangatlah landai karena jalur ini mengikuti penggiran punggungan yang terus bergerak kearah selatan. Terus melipir punggungan yang terasa adalah kami beberapa kali melewati sungai yang udah kering karena musim kemarau. Mulai dari sabana yang panas, sampai sabana penuh kabut awan tebal menyelimuti perhjalanan turun ke Desa butuh. Di setengah akhir perjalanan turun ke desa Butuh kami harus menuruni anak tanggga yang jumlahnya mungkin lebih dari seribu anak tangga, yang bikin kaki gw tambah gempor. Akhirnya setelah nurunin anak tangga yang banyak akhirnya ketemu perkebnunan penduduk yuang berari udah deket dengan desa Butuh. Dan akhirnya kami tiba di desa Butuh, alhamdulillah… ketemu juga peradaban lagi.

Sindoro dari Sumbing

Desa butuh ternyata beda dengan yang gw bayangin desa ini begitu jadulnya alias masih terpencil gitu tatakota eh tatadesanya aja masih berupa rumh bersusun-susun dan gak ada angkutan umum disana, jarak kedesa tersekat saja hampir 5km. Begitu gw nanya akses kalo mau ke desa yang ada angutan umum untuk gw balik ke Magelang kami disuruh nyarter mobil sayur atau ngojek dengan bayaran 25ribu perojek, mampus gw. Akhirnya mesti udah gaka da mobil sayur yang bisa ditumpangi karena udah kesorean kami nyampenya, akhirnya ada juga mobil sayur yang bisa disewa buat nganter ke Kaliangkrik buat nyari angkutan umum menuju ke Magelag yang selanjutnya menuju ke Semarang. Akhirnya dengan membayar 10rebu perorang akhirnya si Mas mau nganterin kami ke Kali Angkrik buat nyari angutan ke Magelang, kami pun ngucapuin terima kasih udah dibantuin. Orang kampung emang banyak yang baik hati ya hehehe…

jalur turun ke desa Butuh

Jam 4an akhirnya kami nyampe di Kali Angkrik dan langsung ketemu ama angkot yang siap nganterin ke terminal Magelang dengan bayaran 6rebu perorang langsung ke Terminal Magelang. Tujuan kami selanjutnya adalah Semarang, main ke rumah Acong, pengen jalan-jalan di kota Semarang.

Semarang, i’m coming… Akhirnya malem jam 8an kami nyampe di rumah Acong dan petualangan Sindoro-Sumbing Selesai sampae disini dilanjutkan dengan petualangan 2 hari di Semarang. Malam itu setelah makan malam kami pun tidur dengan nyenyaknya di rumah Pak Acong Kumis hehe… thanks Cong!

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Journey and tagged . Bookmark the permalink.

18 Responses to Back Packing To Sindoro – Sumbing (Part II)

  1. sumbing sulistyo says:

    MAntab tuh…gw jadi pengen kesana lagi gitu baca artikel yg mengiurkan ini..terakhir gw naek sana taon 2005,,..ntah skrg bgmn meskipun gw lahir di bwh gunung sumbing ( sampe bokap gw namain sumbing & abang GW di namain sindoro..hehe fanatik gunung neh bokap..hiks .ktnye sih biar gak lupa tanah kelahiran gitu..tapi gw sekeluarga gede di jkt.so…) anak asli sana..baru terasa neh dah 3 taon nda balik kampung..KANGEN BERAT neh…tapi gw salut ama team kalian yang solid..bravo for all…

  2. isackfarady says:

    Wedeii.. keren juga namanya Mas hehe… sindoro-sumbing emang ngasih pengalaman pendakian yang menarik buat dicoba, gw aja masih kangen pengen balik lagi kesana. thanks up!

  3. dhedhi says:

    whuuuuuaaaa…….. mmmaaaauuuuuu ^_^
    duh, jadi iri…
    pasti kerenz banget ya… ninggalin rasa yang beda di hati..
    chchchch.. luar biasa..

  4. Heri says:

    huhuhu jadi kepengen…… iks iks iks….tapi kapan yah bisa kesampaian……😦

  5. lowonganker99 says:

    Assalamu’alaikum, wr wb,
    sebelumnya saya cukup senang dengan blog kamu, isinya bagus, dan karyanya menarik dan dinamis, dan bermanfaat. oleh karena itu saya lagi coba bekarya melalui blog saya, terima kasih teman..
    salam kenal saya buat semua komunitas blogger dan pecinta dunia internet, dan semua teman yang ada di alam dunia manya ini dan pengunjung semuanya, semoga kita sama sama dapat membangun Aceh untuk lebih maju baik dari metalitaskah atau dari berbagai sisi lain dengan memberikan sedikit ilmu dan waktu kita untuk orang orang yang sangat membutuhkan uluruan tanga kita diluar sana yang tiap hari mengakses dunia manya, salam buta semua teman yang telah membantu saya dalam mengenal blogging.
    semoga ini menjadi tali persaudaraan diantara kita untuk mejadikan ukhwah saling tukar informasi, komunikasi, pengetahuan, pengalaman dan wawasan dalam membangun pribadi yang baik untuk saling keterbukaan rasisi positif terhadap suatu peroalan generasi kedepan serta dapat menjalin persaudaraan dengan penuh warahmah.
    Bagi yang mau bantu menyebarkan informasi lowongan kerja, baik buat teman, saudara maupun komunitas anak internet, maupun personality.
    kunjungi blog gue di
    http://lowonganker99.wordpress.com
    Terima kasih, salam kenal buat semuanya..!!
    By, Computer

  6. wulan says:

    saia jadi kepingin ksana lagi….terakhir saia ksana maret 2008 kmaren….ntu pas hujan badai…gila..dingiiiinnnnnn bgt…sampe2 ponco yg saia pake saia suruh lepasin ma tmen saia…tangan saia gagk isa gerak..saking dinginnya…
    truz malamnya saia tepar…pingsan…saia sudah tagk kuat lagi…
    huehuehuehuehue….
    oh yah….
    maksud kaliyan jalur lama baru ntu apa sie???
    bukannya jalur lama ntu garung dan jalur baru ntu klowoh???jalur klowoh baru dibuka sie…

  7. isackfarady says:

    Sindoro – sumbing memang ngasih pesona yang luar biasa… banyak pengalaman yang bisa diambil dan dinikmatiii…..

  8. syahrezt says:

    wah….wah…., baca-baca infonya heroik bangeeetzz…..!!! btw-btw insyaAllah tgl 23 Des’08 ku jg mw brangkat e ke sindoro rencananya bareng ma teman2 Female On Top (khusus cewek doang)

    hmm…. klo isa ne.. minta tipsnya donk! biar ntar naiknya lebih ada persiapan bgtu coz tau sendirilah klo yg naiknya semua akhwat… walaupun ud sering naik merbabu, merapi, sumbing cs. tapi…. untuk sindoro ini yg pertama kalinya. katanya dingin bgt ya?? nggak bikin hypoterrmia kn?

  9. catur says:

    mas.. akang..aa…
    punya numb basecamp sindoro/sumbing gag??
    minta info dong..
    hehe..
    ditunggu y..
    n_n

  10. qq rizz says:

    wah klo ngeliad blog ini…gw jdi inged lgi pas gwa naik gunung sumbing wktu gwa masih kelas 2 smp….gw naik breng saudara2 bwat ngerayain p3rgantian taon milennium 9 taon yang lalu…..

    walau ssah banged dpt izin dari ortu… tpi kami tetap brngkat walau gg da persiapan…

    ni gunung indah bnged…..bagi yang pecinta gunung…lo kyknya harus nyoba naikin dech….
    pkoknya ni pengalaman yg gg bsa bwat gw lupa….
    thanks y…

  11. qq rizz says:

    wah klo ngeliad blog ini…gw jdi inged lgi pas gwa naik gunung sumbing wktu gwa masih kelas 2 smp….gw naik breng saudara2 bwat ngerayain p3rgantian taon milennium 9 taon yang lalu…..

    walau ssah banged dpt izin dari ortu… tpi kami tetap brngkat walau gg da persiapan…

    ni gunung indah bnged…..bagi yang pecinta gunung…lo kyknya harus nyoba naikin dech….
    pkoknya ni pengalaman yg gg bsa bwat gw lupa….
    thanks y… see U next time yach….

  12. isackfarady says:

    Makasih buat semuanya udah mampir ke blog saya…

  13. sambis says:

    Hai, Salam Kenal
    sekedar membagi Informasi tentang penyewaan tenda dan alat-alat camping, pembuatan dan penjualan tenda,
    Berkemah, Camping, kemping, Even, Wisata Alam, Mabim, Outbound Training, Tenda Dome, Tenda Sarnafil atau Tenda Kerucut;
    silakan hubungi kami di http://www.tendaku.net atau http://www.mrcamp.net
    email : tendakubandung@yahoo.com
    thx..

  14. Adee says:

    Wahh pgen bgt ndaki sumbing-sindoro,mski bkan anak hiking,tp rncnanya mau ksna kalu dh dpat univ.Doakan saya buat ujian2 nanti,smga mndapat yg trbaik😀. .HDUP HIKING

  15. ibnu says:

    wahh ndaki sumbing pokoknyaa seru abis,,gak percaya silakan coba broo..

  16. koi_pramadewa66 says:

    hwaaa,,,w ga nyampe puncak waktu itu,
    huaaah,nyesel beud…
    muka w ud pucet kta temen w,pdhal tinggal dikit lagi..
    nanti suatu saat pgn lg ksana..
    viewnya indah banget mpe ga bisa berhenti nyebut asma-Nya…
    benar2 bukan perjalanan yg biasa,tp jg perjalanan hati..

  17. pendaki remaja boja PERAJA says:

    Salam kenal…kami anak PERAJA (pendaki remaja boja) semarang jawa tengah…kami teringin banget ke puncak sindoro…minta do’anya pd bln desember kami akan ke sindoro….
    And blog’a oke kok…siiip .!!! SALAM

  18. j.Adhi Martono ,SH says:

    Salam Rimbaaa..,Awalanya mmg gw suka berpetualang mendaki gunung bareng tmn2,namun krn kesibukan & rutinitas gw sehari2,akhirnya jadi kangen jg spt loe2 pada,yg sdh sampe ke sindoro-sumbing,stlh membaca artikel loe ini,..kangen banget rasanya dengan aroma hutan pinus,bunyinya gemercik air terjun,serta indahnya kicauan burung,juga suasana alam pedesaan,semoga bisa mengingatkanku kembali menuju pendakian,,tapi entah kapan??? semoga aj gw bisa berxpdc lagi spt kalian..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s