Aturannya Aturan


Entah apa yang terfikirkan oleh mereka yang terlalu banyak mengatur kehidupan yang semestinya bisa dijalani dengan santai dan nyamannya. Mulai dari mengatur hal bersifat pribadi hingga mengeneralisir semua yang ada. Aku percaya akan kebaikan dan niat baik akan menghasilkan hal yang baik begitu pula sebaliknya. Namun, ada hal yang seharusnya tidak perlu segitunya untuk diatur dan digariskan. Akurasa penjabaran aturan yang telah digariskan oleh buku hukum tidak perlu ditelaah secara berlebihan, cukup mungkin untuk masuk akal sehat dan tidak menjajah sesuatu.

Aku bukan orang yang tidak mau diatur atau tidak mau dihukum. Dalam keseharian, aku sering tidak sependapat dengan aturan atau norma yang ku jalani, entah karena aku yang terlalu aneh atau entah mereka yang terlalu tidak bisa dan sangat susah untuk kumengerti jalan pikirannya. Untuk satu hal seperti mengeneralisir permasalahan, genderisasi, serta aturan baku berdasarkan aturan “takutnya” atau atas prasangka yang berlebihan. Persetan dengan itu semua!” Ada banyak hal yang menurutku terlalu jamak menilai sesuatu, lebih baik masuk kedalam masalah sebelum memberi solusi.

Aku tidak suka terlalu dibatasi tentang hidupku, biarkan tiap orang mejndi dirinya, atas semua kepercayaan yang dijalani, kebebasan yang harusnya dapat dinikmati sepenuhnya, selama tidak mengganggu kehidupan sekeliling aku rasa itu semua bukan sebuah masalah besar. Aku tidak suka dibatasi oleh aturan yang menurutku tidak bisa dijelaskan dengan fakta dan akal sehat. Aku benci dengan aturan yang “takutnya gini.. takutnya gitu…” Aku rasa jaman sudah semakin maju, maka aku rasa normal saja kalau ada norma yang bergeser asal tidak merusak tatanan yang sudah ada. Dalam kehidupanku, aku tidak suka dibatasi oleh aturan seperti bagaimana memilih pemimpin yang sesuai, aku tidak suka akan pembatasan pergerakan karena alasan jam malam dan embel-embel lainnya.

Aku tidak mau dikatakan pembangkang, terlalu merusak sistem tatanan yang ada, tapi aku tidak bisa menjalani aturan yang sebelumnya sudah terlebih dahulu kutolak mentah-mantah. Mengapa harus membatasi pergerakan orang karena alasan tidak enakan? Memangnya ada ruginya? Mungkin aku terpaksa harus patuh pada aturan norma dan aturan yang baku,¬† mesti aku seperti hidup dalam “melawan kata hati” tapi aku percaya bahwa yang aku jalani ini masih benar dan tentunya tidak merugikan orang lain. Yang penting buatku adalah Bagaimana caranya kita beguna buat orang lain tanpa merugikan orang lain.

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Journey. Bookmark the permalink.

One Response to Aturannya Aturan

  1. adek says:

    seringkali hidup itu tak bisa ditanggapi dengan parameter suka atau tidak suka. bahkan kebebasan pribadi itu sendiri di batasi oleh kebebasan orang lain.

    bagiku cuma ada 2 kemungkinan untuk menyikapi sistem yang tidak layak : merubah sistem itu atau keluar sama sekali dari sistem. dalam arti kata hanya ada 2 kemungkinan : YA atau TIDAK, TERIMA atau TOLAK. tidak ada yang ditengah2nya. pembangkang atau istilah apapun yang tercipta, itu hanya masalah dari sudut pandang mana lo melihat. Khalil gibran dulu pernah tuliskan : mungkin saja orang gila itu orang yang paling waras dari semua orang waras.

    jadi kesimpulan nya jangan pernah bergerak setengah – setengah apalagi takut. gimana tong ?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s