Terima Kasih Ibu


Kubuka album biru
Penuh debu dan usang
Kupandangi semua gambar diri
Kecil bersih belum ternoda
Pikirku pun melayang
Dahulu penuh kasih
Teringat semua cerita orang
Tentang riwayatku…

Kata mereka diriku
S’lalu dimanja
Kata mereka diriku
S’lalu ditimang
Nada-nada yang indah
S’lalu terurai darimu
Tangisan nakal dari bibirku
Takkan jadi derita-mu
Tangan halus dan suci
T’lah mengangkat tubuh ini
Jiwa raga dan seluruh hidup
Telah dia berikan
Oh… bunda ada dan tiada
Dirimu-kan selalu ada di dalam hatiku

Bunda – Potret

Dia sudah tidak sekuat dahulu, aku masih ingat bagaimana kuatnya ia saat mengangkat tubuhku ke atas, membanggakanku. Kini sudah hampir setengah abad usianya, dia masih mampu menghafal semua perangai anaknya, semua yang baik dan menyakiti hatinya diredam dalam-dalam. Ibu adalah alasan aku masih bertahan dan yang telah memberiku segalanya dihidup ini. Aku masih ingat kapan terakhir aku menipumu, mesti aku tahu dia menyadarinya, tapi lagi-lagi diredamnya. Aku malu sekarang. Sebelum waktuku habis, dan sebelum semua terlambat, Terima kasih ibu…

Atas semua cinta untuk Ibuku tersayang,
Syamsiah Nyak Harun

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Journey and tagged . Bookmark the permalink.

One Response to Terima Kasih Ibu

  1. ndiethesmartass says:

    hohohoo . . paraa petong . nyokabnya kena juga di tiipuuu . .
    hahaha ckup si persik aja tong yg abis lo tipu tipu
    hehehehe :p

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s