Jangkar Emosi


Sudah lama saya mencari istilah apa yang dimaksud apabila kita merasakan, mendengarkan, mencium sesuatu fikiran kita akan terbang ke masa lalu dan mengingatkan kita akan sesuatu. Alam bawah sadar yang merekam semua kejadian yang sedang kita rasakan, mau atau tidak mau. Suasana akan sebuah kejadian akan terekam meski sedikit samar-samar.

“…Setelah melalui penelitian yang mendalam oleh para pakar ilmu otak, ternyata ketika kita berbicara, berjalan, berdiskusi ataupun melakukan aktifitas yang lain; maka yang bekerja bukan saja alam sadar kita semata namun alam bawah sadar juga ikut bekerja. Alam bawah sadar melalui soft sense kita merekam benda, sesuatu yang menjadi object latar sebuah peristiwa. Object ini bisa jadi sebuah benda, suara latar atau apapun. Yang tanpa sengaja tatkala kita mengakses object itu kembali maka alam bawah sadar akan membawa diri kita kepada suasana kejadian terjadi.”

Misalkan saja, Pikiran saya akan lansgung terbang pada masa awal saya mulai begelut dengan perkuliahan. Saat mendengar sebuah lagu yang sering saya dengar saat saya baru duduk di bangku kuliah, meski saya tidak suka dengan lagu tersebut. Wajah seseorang akan akan terbayang jika kita mencium aroma sebuah parfum, atau ingatan yang lainnya. Jangkar emosi, itu istilah yang dia maksud. Dimana alam bawah sadar kita ternyata merekam semua suasana yang terjadi pada sebuah kejadian dimasa lalu. Bukan juga dejavu. Dejavu saya tidak mampu mengingat kejadian itu dimana dan kapan. Sedangkan jangkar emosi mampu membawa kita kemana dan kapan waktu itu terjadi. Jangkar emosi rasanya seperti membawa pikiran kita untuk membuka file lama yang sudah tersimpan rapi.

Itu juga bisa jadi jawaban mengapa lagu lawas masih saja laku diantara banyak lagu baru yang bermunculan. Pasti karena beberapa orang punya jangkar emosi pada lagu tersebut, sehingga jika dia mendengarkannya maka bis amembantu untuk kembali ke masa indah yang sudah berlalu. Saya sendiri punya banyak jangkar emosi dengan lagu, suara, bau dan visual sesuatu. Saya dengan mudah akan teringat bagaimana indahnya masa kuliah jika mendengar Kla Project bernyanyi, atau bagaimana sedihnya jika mendengar Ebiet G Ade bernyanyi. Bau asap kayu, bau semak rumput, tanah becek dan dingin mampu membawa fikiran saya ke hutan belantara. Semua itu tidak pernah sengaja saya ingat, semua terjadi dengan sendirinya.

Setiap orang punya jangkar emosi masing-masing, tidak mesti sama. Kita harus berhati-hati dengan yang kita lakukan saat ini, karena mau tidak mau, suka tidak suka pasti ada seseorang yang akan mengingat kejadian itu dan akan menjadi jangkar emosinya. Kita bisa mengenal jangkar emosi dan bisa menciptakan dengan sendirinya jangkar emosi kita masing-masing. Jadikanlah jangkar emosi ini untuk memper indah hidup kita, jangan terlalu sering merasa, mendengar, sesuatu pada jangkar yang akan membawa kita pada kejadian yang menyedihkan dan menyakitkan. Dan perlu diingat, yang berlalu sudah berlalu, masih ada masa depan yang harus dijalani. Cukup jangkar emosi saja yang membawa kita kesana, jangan bebankan pikiran kita pada kejadian sulit karena sebuah jangkar.

“…Karena tatkala sepasang suami istri bertengkar di kamar tidur maka alam bawah sadar akan merekam bangunan, benda atau apapun yang ada di kamar tidur lalu mengasosiasikan sebagai jangkar emosi mereka akan peristiwa pertengkaran tersebut. Hal inilah yang menjadi salah satu penyebab hawa kamar tidur dan rumah tersebut menjadi tidak nyaman lagi. Karena ketika mereka masuk ke kamar tidur, alam bawah sadar tetap menyimpan kenangan buruk berupa pertengkaran tersebut dalam benda- benda dan bangunan yang ada di dalam rumah.”

Terima Kasih.

Kak Genk, untuk istilah jangkar emosinya. Note-nya yang di fb juga mantap dan menginspirasi! Quote from : http://www.facebook.com/?ref=home#!/notes/aridiansyah-genk/jangkar-emosi/417840951613

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Journey. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s