Inspirasi Untuk Menulis


Ketika saya berencana untuk menulis sesuatu di blog ini dan sedang mencari inspirasi untuk bahan tulisan. Saya menjelajahi beberapa jendela internet untuk mencari semacam inspirasi atau bisa dikatakan sebuah ide yang bisa dituangkan dalam tulisan yang akan saya posting disini. Tidak jarang inspirasi itu muncul dari ide cerita yang berasal dari orang lain dan kemungkinan ada kemiripan cerita dari yang saya alami, maka mulailah saya menulis. Sesekali saya membaca tulisan yang bertemakan lingkungan dengan segala macam cerita anti global warming-nya, penghijauan dan segala macam isu lingkungan. Ada juga cerita tentang isu-isu sosial kemasyarakatan, cerita perkembangan politik negara dan dunia hingga cerita konyol sehari-hari. Ajaibnya, saya mudah terinspirasi dari sana. Saya bisa menulis tulisan yang memiliki kemiripan  pada cerita dan beberapa alur, sejurus kemudian dengan modal itu saya dengan mudah bisa menuangkannya dalam tulisan dan gaya bahasa (kalau memang bisa disebut gaya bahasa) saya sendiri.

Kini saya menjadi sedikit bingung apakah saya ini terkesan seperti mencontek atau meniru gaya penulisan seseorang? Saya merasa sering kehilangan ide dan gaya penulisan, sehingga terlihat seperti kehilangan arah penulisan antar  paragraf pada tiap posting-an. Ada kalanya tulisan terkesan terlalu serius namun bahan yang disajikan itu tidak mendalam. Terkadang juga tulisan saya terlalu biasa dan memang sangat biasa untuk diceritakan sehingga terasaseperti masakan tanpa bumbu. Namun terkadang juga saya merasa ada dari tulisan yang pernah saya baca (tulisan orang lain) menceritakan hal yang sangat biasa, namun cara penyajian dalam tulisan tersebut membuat menarik untuk dibaca. Apakah ini menunjukkan isi cerita bukanlah segalanya, asal disajikan dengan sajian yang menarik? Atau sebaliknya?

Hingga saya menemukan karya Taufik Ismail berikut.

****

Kupu-kupu di dalam Buku

Ketika duduk di setasiun bis, di gerbong kereta api,
di ruang tunggu praktek dokter anak, di balai desa,
kulihat orang-orang di sekitarku duduk membaca buku,
dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang,

Ketika berjalan sepanjang gang antara rak-rak panjang,
di perpustakaan yang mengandung ratusan ribu buku
dan cahaya lampunya terang benderang,
kulihat anak-anak muda dan anak-anak tua
sibuk membaca dan menuliskan catatan,
dan aku bertanya di negeri mana gerangan aku sekarang,

Ketika bertandang di sebuah toko,
warna-warni produk yang dipajang terbentang,
orang-orang memborong itu barang
dan mereka berdiri beraturan di depan tempat pembayaran,
dan aku bertanya di toko buku negeri mana gerangan aku sekarang,

Ketika singgah di sebuah rumah,
kulihat ada anak kecil bertanya pada mamanya,
dan mamanya tak bisa menjawab keinginan-tahu puterinya,
kemudian katanya,
“tunggu, tunggu, mama buka ensiklopedia dulu,
yang tahu tentang kupu-kupu,”
dan aku bertanya di rumah negeri mana gerangan aku sekarang,

Agaknya inilah yang kita rindukan bersama,
di setasiun bis dan ruang tunggu kereta-api negeri ini buku dibaca,
di perpustakaan perguruan, kota dan desa buku dibaca,
di tempat penjualan buku laris dibeli,
dan ensiklopedia yang terpajang di ruang tamu
tidak berselimut debu
karena memang dibaca.

Taufiq Ismail, 1996

****

Setelah membaca karya tersebut diatas, sekelebat kemudian inspirasi pun muncul dikepala bersamaan dengan gagalnya saya menulis untuk kali ini.  Kenapa? Dari sini saya sadar mengapa belakangan ini saya jarang meng-update blog saya ini. Selain dikarenakan terbatasnya waktu dan terlalu sibuk dengan rutinitas tapi, -bisa jadi- lebih disebabkan oleh kurangnya referensi dan bacaan yang saya baca (baca: buku). Maka, mulai dari sini saya akan mencoba untuk memulai membaca dan kemudian mulai bercerita dengan tulisan. Saya jadi teringat perkataan seorang teman “Untuk menulis yang sedikit maka kita harus membaca yang banyak”  Sangat menarik.

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Opinion. Bookmark the permalink.

4 Responses to Inspirasi Untuk Menulis

  1. nolsatugr says:

    akhirnya nongol juga… hehehe… bung Isack tangis😀

  2. widdha says:

    experiences membuat tulisan lebih bernyawa… mari jalan-jalannnn…😛

  3. Kontraktor says:

    nice post….

    salam kenal

  4. Pingback: 10 Hal dari 5 Tahun Ngeblog « Aneuk Nanggroe

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s