Ngaleut, Mengenal Bandung Lebih Dekat


Saya yakin setiap kota mempunyai cerita masa lalu yang unik dan sangat menarik untuk dipelajari. Cerita tersebut perlu dijaga agar kelak kita tidak menjadi generasi yang buta dan lupa akan sejarah. Kota Bandung sebagai salah satu kota yang banyak terdapat cagar budaya yang menyimpan cerita masa lalu yang mengagumkan. Tempat-tempat bersejarah tersebut sering luput dari mata kita. Mencari tahu tentang cerita yang tersembunyi di balik megahnya bangunan tua, kehidupan sosial yang unik, dan budaya warga Bandung tempo dulu adalah hal yang bisa membuat kita akan semakin menghargai kota dengan cara yang benar.

Berbagi cerita, di depan hotel Savoy Homan (kiri) dan Dalem Kaum (kanan)

Sebagai generasi muda, banyak cara yang bisa dilakukan untuk menghidupi kota dengan hal yang bermanfaat. Bentuk dari apresiasi terhadap hal tersebut dapat dilakukan melalui kegiatan yang ‘gaul’ dan bersahabat. Mengenal kota Bandung secara lebih dekat dengan mengenal segala macam yang berhubungan dengan sejarah kota Bandung tempo dulu bisa menjadi pilihan. Telah banyak diceritakan dalam sejarah atau berita tentang indahnya Bandung tempo dulu yang bergelar “Paris Van Java” itu. Menarik untuk mencari tahu tentang sejarah dan cerita dibaliknya. Semua itu tentu berhubungan dengan sejarah kehidupan dan cerita masa lalu. Banyak bukti sejarah berupa bangunan tua yang tersebar di sekitar jalan Braga, Jalan Asia-Afrika, seputaran aliran sungai Cikapundung dan tempat-tempat lain yang menarik untuk ditelusuri.

Sharing cerita dan foto tempo dulu. (dok. pribadi)

Akhir januari kemarin, saya berkesempatan mengikuti sebuah kegiatan bersama Komunitas Aleut. Komunitas ini memilih mengenal kota bandung dengan belajar tentang sejarah dan budaya Bandung dari semua yang telah ditinggalkan dari masa lalu dan membagi pengetahuan kepada sesama penggiatnya. Komunitas ini berdiri sejak 2006 dan kegiatan mingguan mereka adalah menelusuri tempat bersejarah dan berbagi ilmu tentang tempat tersebut kesesama. Saya sempat ‘ngaleut’ (istilah untuk kegiatan Aleut) yang bertemakan tentang bangunan tua di sekitaran jalan Asia-Afrika dan bangunan tua di sekitar daerah Cikapundung.

Dari ngaleut hari itu, saya banyak sekali mendapat cerita dan informasi baru tentang sepenggal sejarah kota bandung pada masa lalu. Bagaimana sejarah tentang perpindahan ibukota, tentang cerita perpindahan kota bandung yang dulunya berada di daerah dayeuh kolot. Bukan hanya cerita awal mula kota bandung tapi juga cerita tentang keadaan Bandung di masa penjajahan dan zaman perjuangan kemerdekaan. Mengunjungi beberapa tempat sejarah seperti bekas sel tahanan Soekarno di penjara Banceuy, melihat gedung bekas bioskop zaman Belanda dan mengunjungi Sumur Bandung yang ternyata memang benar adanya.

Semoga dengan adanya komunitas seperti ini membuat semakin banyak warga khususnya warga Bandung untuk bisa menjaga benda peninggalan sejarah. Besar harapan pada pemerintah kota untuk lebih bijaksana dalam menangani tata kota yang semakin hari semakin membuat bangunan tua yang bersejarah semakin terjepit dan tersingkirkan.

Foto bersama di pendopo walikota Bandung. (Dok. Aleut)

Tentang Komunitas Aleut dapat dibaca di Webblog Aleut. http://aleut.wordpress.com

Foto  diambil dari FB Komunitas Aleut dan dokumentasi pribadi.

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Opinion. Bookmark the permalink.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s