Banceuy, Bilik yang Terjepit


Walau matahari masih menyengat terik namun angin dingin tetap bertiup. Sampah plastik dan kertas koran bekas berserakan di antara gedung pertokoan yang tidak buka di hari minggu yang lengang. Suasananya sangat berbeda saat saya melawati gang ini pada hari kerja. Riuh orang yang berlalu lalang berdampingan dengan padatnya pedagang kaki lima di antara deretan pertokoan dan gedung tinggi disebelahnya. Di antara angin dan sampah yang berserakan saya masuk ke sebuah jalan kecil menuju ke sebuah tempat sejarah bersama komunitas pengapresiasi kota Bandung. Awalnya saya tidak tahu tempat apa itu sampai salah satu dari koordinator kegiatan menunjukkan sebuah bangunan kecil yang di dalam pagar BRC. “Ini adalah sisa penjara Banceuy” seraya menunjuk ke bangunan kecil berwarna hijau yang terletak di pojok bangunan. Tidak ada yang istimewa jika dilihat dari penampilan dan jauh dari kesan tempat yang dijaga dan dirawat.

Awalnya saya terus mencari dimana letak cerita sejarah dari bangunan kecil yang tidak lebih terlihat seperti pos jaga. “Di sanalah Soekarno pernah mendekam, dipenjara oleh pemerintah Belanda” Bukan hanya saya, ada beberapa peserta yang seperti kebingungan tidak mengerti tentang perihal penjara. “Dimana penjaranya?” saya bertanya. “Sebelum diratakan dengan tanah, bangunan pertokoan ini dahulunya adalah penjara Banceuy!” Kata seorang penggiat. “Yang disisakan hanya bangunan kecil itu saja” sambungnya. “Itu adalah sel kurungan Soekarno selama dipenjara di sini…” Ternyata sel kecil yang dimaksud adalah bangunan kecil yang awalnya saya sangka adalah pos jaga. Barulah setelah penjelasan sederhana itu saya mulai melihat dengan seksama dan memperhatikan lingkungan tempat tersebut.

Sisa penjara Banceuy yang terjepit bangunan pertokoan. (Dok. pribadi)

Bendera merah putih sudah lusuh yang berkibar menandakan ini adalah sebuah harta negara yang sedang berharga. Sungguh saya penasaran dengan cerita ‘aleut’ yang satu ini. Saya memang pernah mendengar tentang penjara Banceuy. Saya tahu persis letak perjara itu dimana. Penjara Banceuy yang saya tahu bukan disini, melainkan di jalan Soekarno-Hatta, 6 km jaunya dari sini. Hal yang saya ketahui setelahnya adalah penjara Banceuy yang saya kenal itu adalah pindahan dari penjara Banceuy yang sedang saya datangi ini. Pada tahun 1982, dengan alasan perluasan pusat perdagangan dan perekonomian penjara Banceuy diratakan dengan tanah dan dialih fungsikan menjadi areal pertokoan dan bangunan pusat perdagangan*. Satu sel kecil itulah yang disisakan untuk mengenang tempat penahanan Soekarno. Saya membayangkan betapa hebatnya kalau saja penjara Banceuy yang asli masih ada, tentu Bandung terlihat menjaga bangunan tua. Sepertinya tuntutan hidup dan desakan perkembangan ekonomi menggilas semuanya.

Tidak ada petunjuk arah dan tidak ada hal yang terlalu istimewa disini. Jika saya kesini tanpa ditemani pemandu mungkin saya tidak akan tahu kalau di sini adalah salah satu tempat yang bersejarah negeri ini. Dari beberapa sumber yang saya baca, di sel Blok F No. 5 itulah pada tahun 1929 selama 8 bulan Soekarno menyusun pidato pembelaan atau pledoi nya yang terkenal itu. Indonesie Klaagt Aan atau lebih dikenal dengan Indonesia menggugat yang dibacakan di pengadilan Hindia Belanda itu disusun dari bilik kecil 2,5×1,5m berisi tempat tidur lipat dan toilet nonpermanen. Bilik kecil itu jangan dibandingkan dengan penjara para koruptor zaman sekarang. Semoga saja ini adalah penggalan terakhir dari penjara Banceuy yang tidak akan disingkirkan, sehingga nanti kita masih bisa menyaksikan potongan sejarah yang ada di Bandung.

*Diambil dari beberapa cerita dan berita di internet.

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Journey, Opinion. Bookmark the permalink.

2 Responses to Banceuy, Bilik yang Terjepit

  1. Nia Janiar says:

    Isack, cerita yang ini sama yang di bawah di-tag ke Aleut gak? Maksudnya biar cross posting di blog mereka gitu..

  2. isackfarady says:

    Belum Nia, belum sempat dibenerin sana-sininya jadi belum di-tag ke Aleut.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s