10 Hal dari 5 Tahun Ngeblog


Tidak terasa sudah lebih dari 5 tahun saya menulis di blog, terhitung dari pertama saya memposting di WordPress. Walau tidak konsisten untuk meng-update tulisan seperti yang direncanakan, 1 bulan minimal 1 tulisan, tidak tercapai. Ternyata ada banyak hal yang saya rasa masih sangat kurang. Ternyata nge-blog bukan hanya masalah posting tulisan tapi juga seberapa menarik tulisan yang disajikan. Saya ingin belajar menulis.

 1. Alasan menulis

Sebuah cerita akan menjadi sebuah kisah yang menarik dan dramatis jika disajikan dengan menarik. Tulisan adalah salah satunya, selain sebagai media yang efisien untuk bercerita juga dengan tulisan kita bisa menceritakan sesuatu yang biasa menjadi lebih dramatis tanpa perlu berlebihan. Tulisan bukan hanya sebagai media untuk mendokumentasikan sesuatu tapi juga membantu otak saya untuk mengingat sesuatu yang telah lama disimpan. Jadi, dengan menulis saya dapat membantu kerja otak untuk membangkitkan memori masa lalu. Bukannya Kartini bisa begitu dikenal bukan karena berperang melawan penjajah melainkan buku dan tulisannya yang mengangkatnya. Raditya Dika pun memulai semuanya dari webblog, walau saya tidak ingin setenar mereka.

2. Menulis itu mudah

Menulis itu memang mudah, membuat tulisan itu yang sulit. Menulis itu akan menjadi mudah kalau ide yang akan menjadi pokok utama sudah jelas dan semuanya sudah jelas dari maksud dan tujuannya. Semua berefek pada jari-jemari menjadi lancar menari di atas keyboard laptop. Seperti air tumpah, kalimat yang muncul dari sinyal yang dikirim dari otak ditransfer ke jari tangan. Menulis juga terasa begitu mudah ketika tujuan dan inti dari yang akan disampaikan  jelas, pasti, data yang lengkap dan ditambah dengan kejadian dialami sendiri.  Tidak perlu dua hari untuk sebuah artikel 10 paragraf. Kenyataannya hal itulah bagian tersulit.

 3. Pengalaman pribadi adalah ide terbaik

Beberapa kali saya menulis tentang sebuah cerita dan kejadian setelah terinspirasi dari tulisan atau blog orang lain yang saya baca. Ketika saya membaca cerita perjalanan sesorang yang pergi ke pasar buah, maka saya akan mencari cerita saya pergi ke pasar burung. Selanjutnya saya akan menceritakan seperti sudut pandang penulis tersebut, dan hasilnya saya sering tidak puas dengan tulisan tersebut. Kesimpulannya adalah menulis dengan ide yang dialami sendiri akan lebih mudah dalam menggambarkan sesuatu. Jadi, tinggal menggali ide dari pengalaman pribadi saja dan buat saya itu adalah bagian yang sulit.

4. Budaya mencontek

Pernah sekali saya benar-benar men-copy-paste sebuah tulisan dari blog orang lain. Saat itu saya baru mulai nge-blog dan belum mengerti arti kekayaan intelektual orang lain. Saya hanya men-copy-paste isinya karena saya sangat tertarik dengan ceritanya. Tanpa maksud ingin mencuri apalagi mengkomersilkannya. Salahnya lagi saya tidak mencantumkan url dari web tersebut. Setelah ada seorang teman yang memprotes dan memberi tahu tentang itu, sejak itu saya mulai mencantumkan sumber url yang menjadi rujukan walau masih jauh dari standar yang ditentukan

5. Opini vs curhat

Saya tidak banyak mengerti dengan golongan tulisan dalam karya satra, karya tulis atau jenis tulisan yang standar baku menurut aturan tata tulis. Kebanyakan dari tulisan yang saya posting adalah lebih menonjolkan pendapat dan curahan perasaan ketika saya memperhatikan suatu kejadian atau sebuah perjalanan. Ini akan sangat menyulitkan untuk menulis suatu cerita yang informatif.

6. Data adalah yang utama

Saya sangat sering mengalami kebuntuan ketika ingin menceritakan sesuatu karena kekurangan data untuk mengisi sebuah tulisan. Sangat tidak mungkin isi sebuah tulisan hanya berasal dari data fiktif atau imajinatif dari penulis, sungguh sangat tidak informatif. Khusus untuk tulisan jurnalistik, akan sulit untuk menyajikan tulisan jika tidak ada informasi aktual dan terpercaya. Data yang baik bisa didapat melalui wawancara lisan dan tulisan langsung dari lapangan ataupun berita yang berupa foto. Gunakan foto sebagai sumber informasi tambahan. Foto yang informatif akan sangat membantu dalam mereka ulang kegiatan dan merekam suatu data visual yang akurat.

7. Mempelajari tata tulis

Saya bukan orang yang terlalu menyukai dunia sastra atau kebahasaan, tapi aturan tata tulis ternyata sangat dibutuhkan dalam menulis sebuah cerita ataupun artikel biasa. Tata tulis yang baik membuat tulisan menjadi lebih menarik dan tidak memusingkan. Tata tulis juga membuat tulisan yang panjang akan lebih terasa terarah dan mudah dimengerti. Seringan dan segaul apapun tulisan yang akan dibuat tetap saja tata tulis dibutuhkan. Karena tidak mungkin M3nuL1$ c3RiTha D3ng4n F012M4t 4LAy kan? hehehe…

8. Terinspirasi tidak sama dengan plagiat

Band D’masiv dituduh sebagai band plagiat karena lagunya ada kemiripan dengan lagu hits dari luar negeri, tapi menurut mereka itu bukan plagiat tapi terinspirasi. Jujur saja saya masih bingung antara terinspirasi dan plagiat. Saya tidak ingin menjadi plagiat, tapi saya ingin mudah terinspirasi kepada sesuatu. Saya akan mudah menulis tentang sebuah cerita atau kejadian setelah pernah membaca tentang kejadian yang hampir serupa atau memiliki kemiripan. Gaya penulisan orang akan sangat menginspirasi saya walau sangat tidak mungkin meniru gaya penulisan seseorang karena sepertinya gaya penulisan akan muncul dengan sendirinya seiring dengan frekuensi menulis itu sendiri.

9. Saya belajar Bahasa Indonesia

Saya belajar pelajaran Bahasa Indonesia dari tingkat Sekolah Dasar hingga bangku kuliah adalah benar tapi sangat buruk dalam praktik tulis-menulis. Untuk bisa mengerti dalam penggunaannya akan sangat tidak berguna jika tidak dipraktikkan langsung. Dengan menulis, walau hanya menulis di blog, saya bisa belajar banyak tentang hal tersebut. Tata tulis dasar, jenis tulisan, penggunaan imbuhan yang benar, penggunaan kata, hingga pemakaian tanda baca yang semuanya tidak saya resapi saat di bangku sekolah. Bagi yang masih mengambil pelajaran Bahasa Indonesia, cara ini jangan ditiru tentunya. Walau begitu masih banyak tata penulisan saya yang masih belum tepat penggunaannya, khususnya untuk penggunaan huruf kapital, kata sambung, dan lain sebagainya.

10. Banyak membaca

Saya pernah memposting sebuah tulisan “Inspirasi untuk Menulis” beberapa bulan lalu. Benar saja, dengan banyak membaca akan banyak cara dan sudut pandang yang akan dituangkan dalam tulisan. Bahan menjadi lebih banyak, kutipan yang jelas akan mempermudah dalam perbandingan sesuatu. Dengan membaca akan sangat menambah wawasan ide dalam menulis. Kalau menceritakan sesuatu kejadian setelah membaca ulasan dari sebuah buku atau media lain dengan pandangan yang berbeda maka kita akan mendapat suatu pandangan baru yang kjauh lebih dapat dimengerti. Saya masih kurang membaca sehingga masih kesulitan dalam menceritakan sebuah kejadian atau artikel.

Rasanya masih banyak lagi yang belum disebutkan, tapi 10 hal diatas adalah hal yang masih menjadi kendala sekaligus keuntungan dari menulis dan mengisi blog ini.

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Opinion. Bookmark the permalink.

3 Responses to 10 Hal dari 5 Tahun Ngeblog

  1. Arif says:

    happy blogging..teruslah menulis

  2. nolsatugr says:

    ok bro… traveling gowes jalan terus… nulis jalan terus… keep writing😀

  3. kereeen bang petong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s