Bisnis Baru Masalah Baru


Perkembangan teknologi informasi menjadikan ketergantungan atas teknologi semakin tidak terbendung. Hampir setiap lini kehidupan dipengaruhi oleh teknologi informasi yang semakin mencengangkan, memudahkan dan menyenangkan. Teknologi informasi yang pada awal dekade 60-an hanya digunakan untuk kebutuhan peningkatan militerisme dan industri kini pada 2 dekade terkahir semakin mendekat ke kegiatan sehari-hari setiap orang. Sebuah perubahan global yang tidak dapat dihindari. Teknologi informasi membuat kegiatan manusia menjadi lebih gampang, hubungan komunikasi semakin mudah, bahkan komunikasi antar mesin sudah menjadi lazim. Manusia sudah dapat berkomunikasi dengan benda mati untuk membantu pekerjaan sehingga tidak perlu banyak bergerak untuk melakukan sesuatu, sudah ada mesin yang menjalankan.

Simbol dari perkembangan teknologi informasi adalah serba online dan terhubung. Industri teknologi informasi identik dengan Internet yang menjadikan apapun saling terkait, terhubung dan tersambung. Nyaris semua perangkat dapat dikenali dan berkomunikasi satu sama lain. Internet menjadi kunci penting dari perkembangan industri telekomunikasi. Alasan terpenting yang menjadikan perkembangan jaringan teknologi informasi menjadi sangat dinamis adalah mengejar kebutuhan akses cepat untuk berbagai layanan yang diberikan.

Sudah menjadi sifat dasar manusia yang serba ingin praktis, cepat, lebih baik dan lebih mudah secara langsung menciptakan iklim industri telekomunikasi menjadi semakin berdenyut. Pemain di industri telekomunikasi berjamur dan berlomba menyediakan layanan berbasis berbagai kebutuhan masyarakat. Masyarakat adalah pasar industri yang mentah untuk industri telekomunikasi sehingga menjadi lahan menarik untuk sebuah investasi bisnis. Atas dasar kebutuhan masyarakat akan sebuah layanan cepat dan bernilai lebih itulah muncul berbagai solusi dari penyedia industri untuk memberikan jawaban atas keinginan masyarakat. Data World Bank menunjukkan bahwa peningkatan dari segi kebutuhan dan pengguna internet pada tahun 2007 hanya sebesar 5.79% dari jumlah penduduk dan penetrasi internet terhadap jumlah penduduk Indonesia pada tahun 2011 meningkat tajam menjadi 18% begitu pula seterusnya. Dengan mengetahui jumlah penetrasi pengguna internet sebesar 20% memberi pertanda positif bagi para investor untuk serius bermain di bisnis teknologi komunikasi di Indonesia. Perkembangan kebutuhan akses internet dapat dijadikan sebuah model dasar untuk menjadikan bisnis telekomunikasi sebagai investasi bisnis yang menggiurkan. Salah satu cara yang dilakukan para investor adalah memeberikan layanan baru yang lebih cepat, berteknologi baru dan mempunyai kelebihan lain. Teknologi berbasis kabel optik adalah salah satu yang sedang berjalan saat ini.

Jalur komunikasi nirkabel seperti frekuensi radio dan komunikasi kabel pun bermunculan dengan berbagai varian dari pengembangan teknologi terbaru. Teknologi melalui Fiber Optic cable atau kabel serat optik kini dijadikan model baru untuk pengembangan teknologi broadband indonesia. Dengan berbagai keuntungan dan kelebihan yang dimiliki oleh kabel serat optik membuka peluang bisnis baru di Indonesia walau pengembangannya sudah dianggap terlambat jika dibandingkan dengan negara berkembang lainnya. Di saat hampir seluruh layanan teknologi informasi yang telah terpasang masih mengandalkan jalur frekuensi radio kini beberapa operator penyedia layanan telekomunikasi mulai mengembangkan melalui kabel serat optik. Pengembangan ini menjadi kendala tersendiri mengingat layanan berbasis radio telah begitu matang dan dekat dengan masyarakat sehingga munculnya teknologi optik di tengah masyarakat butuh sosialisasi yang lebih. Dari segi nilai investasi penggelaran jaringan optik memang lebih mahal dibandingkan jaringan radio, namun hasil yang didapat cukup menjanjikan di waktu depan. Walaupun sedikit terlambat, namu road map teknologi broadband Indonesia memang harus menjadi perhatian khusus.

Saat kebutuhan layanan dari masyarakat yang sudah begitu masif, sepertinya para investor dan inovator teknologi telah menemukan cara efektif untuk memberikan jawaban baru. Terkadang kondisi komunikasi radio dirasa kurang karena banyak permasalahan, maka muncul pemikiran untuk kembali ke ide dasar yaitu menggunakan kabel. Jika saat awal munculnya radio adalah untuk menghindari kabel maka kini kita kembali ke kabel. Jika dulu tanpa kabel dianggap modern, kini modern hanya dihitung dari seberapa cepat layanan yang diberikan. Jaringan yang berbasis teknologi optik adalah jawannya. Sifat dasar dari komunikasi radio yang rentan terhadap gangguan menyebabkan teknologi kabel serat optik menjadi alternatif yang menggiurkan. Dengan kemampuan angkut dan kecepatan membawa data lebih cepat itulah para investor mulai melirik pelayanan teknologi berbasis kabel optik. Setali tiga uang, pihak pebisnis pun melihat kenyataan ini sebagai lahan basah untuk pengembangan bisnis teknologi yang berbasis IP network. Dukungan perintah kepada pemain baru juga membuka kesempatan lebih untuk pengembangan teknologi serat optik menjadi semakin menjamur. Hukuim ekonomi pun menjadi berlaku, yaitu semakin banyak pemain semakin bersaing pula harga yang ditawarkan dengan masing-masing kelebihan. Layaknya jamur yang hadir di musim hujan, kini sudah mulai bermunculan operator yang memberikan layanan berbasis komunikasi serat optik untuk berbagai layanan internet, tv kabel dan telepon dengan layanan bersaing.

Kenyataannya teknologi hadir tidak sendirian, teknologi baru hadir bersama dengan sederet efek samping dan dampak sosial yang juga sama besar. Kecepatan sebuah regulasi tentang pengembangan layanan teknologi yang tidak sebanding dengan kecepatan pertumbuhan teknologi membuat regulasi selalu terlambat untuk mengurangi efek buruk yang dibawa sebuah teknologi baru. Isu tentang urgensi teknologi, waktu, aturan, isi dari layanan yang diberikan hingga permasalah sosial yang muncul di tengah perjalanan. Keterlambatan adopsi teknologi serat optik semakin menjadikan masalah penggelaran jaringan serat optik menjadi sangat kompleks. Jika dilihat dari penggelaran secara fisik, pengembangan dengan target pasar potensial adalah masyarakat umum dan luas di pemukiman padat maka penggelaran jaringan kabel serat optik akan menjadi masalah tersendiri. Salah satu contoh untuk proses instalasi kabel dan penanaman kabel bawah tanah yang menyebabkan kemacetan dan perusakan fasilitas umum. Proyek seperti ini rentan terhadap konflik sosial seperti permasalahan ijin warga, Pemda dan Organisasi masyarakat. Efek lain yang lebih meresahkan adalah pemasangan tiang kabel yang menjadikan kota semakin semraut. Berbagai macam jenis kabel bergelantungan tidak tertata dan semakin banyak tiang di sisi jalan yang membahayakan lalu lintas karena posisi yang tidak ideal. Mungkin inilah dampak dari keterlambatan pemetaan arah pengembangan teknologi dan ketidak mampuan kita membaca perkembangan teknologi masa depan.

Kesemrautan yang terjadi sangat menggangu dan memunculkan polusi visual. Perhatikan saat anda melintas di jalan raya, atau pemukiman padat diantara bangunan yang tidak tertata rapi terlihat bermacam kabel udara yang menggangtung tidak teratur dan kusut. Kabel distribusi listrik saling bersilangan, kabel telepon saling lintas, ditambah lagi dengan kabel optik. Tentu ini harus menjadi perhatian khusus dinas terkait seperti dinas tata kota, dinas Pekerjaan Umum juga pemerintah daerah untuk memperketat aturan tentang penambahan dan pemasangan kabel yang menyangkut kepentingan umum. Dilihat dari segi bisnis memang sangat menguntungkan untuk membiarkan tumbuh persaingan usaha agar terjadi persaingan harga di masyarakat, namun munculnya jumlah operator baru akan menambah volume penggelaran kabel yang juga sebanding. Dapat dibayangkan jika saja pertumbuhan operator layanan internet meningkat seperti operator komunikasi selular yang masing-masing mempunyai jalur kabel sendiri-sendiri. Tentu ada pada suatu tempat dimana jumlah kabel sangat banyak, dan kita akan bertemu dengan tumpukan kabel yang menggantung seperti rambut kusut.

Secara pribadi saya melihat tumpukan kabel udara ini sangat menggangu keindahan kota. Jaringan kabel yang semeraut selain menjadi polusi visual di masyarakat juga berdampak pada pengembangan tata kota menjadi terhambat dan kekacauan lain bermunculan. Oleh karena itu, pemangku kebijakan baik daerah maupun pusat harus mampu melayani perkembangan teknologi khususnya teknologi yang berbasis kabel optik. Ini penting untuk memfasilitasi pengembangan yang terstruktur dan terorganisir sehingga teknologi yang sampai ke masyarakat sesuai dengan harapan serta tidak merusak keindahan kota. Pihak terkait seperti dinas Pekerjaan Umum, pemerintah kota dan daerah, dinas terkait harus saling berkoordinasi untuk mengatai masalah ini. Pemerintah melalui badan regulasi dan kebijakan telekomunikasi juga harus sigap dengan isu tersebut. Jika kita masih terlambat untuk mengatur maka investasi yang sudah berjalan akan terganggu dan tentu kerugian akan dirasakan oleh masyarakat. Kita harus segera memikirkan metode pembaruan teknologi secara terintegrasi yaitu bagaimana memberikan layanan yang kompleks namun tetap simple dalam hal pengerjaan fisik di lapangan. Mengurangi kabel yang saling berjejalan dengan memberlakukan pemetaan kabel yang benar, jelas dan tertib. Pemerintah harus mampu dan tegas dalam mengatur aturan penambahan jaringan ke arah yang terintegrasi untuk mencegah pertumbuhan operator teknologi secara sporadis dan tidak terkontrol. Permasalahan untuk pembagunan jaringan fisik seperti menara telekomunikasi, kabel bawah tanah, kabel udara dan perangkat teknologi telekomunikasi lainnya seharusnya tidak mengenyampingkan kenyamanan dan keamanan masyarakat umum. Pertumbuhan jaringan fisik juga diharapkan tidak mengganggu dari segi sosial dan kemasyarakatan sehingga masyarakat mendapatkan manfaat ganda dari pertumbuhan teknologi modern. Jika fungsi regulasi dan kontrol berjalan baik maka manfaat teknologi akan terasa secara menyeluruh. Kita memang menbutuhkan update teknologi namun jangan sampai kehadiran teknologi memunculkan masalah lain yang seharusnya bisa dicegah dengan terencana dan kontrol yang ketat.

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

3 Responses to Bisnis Baru Masalah Baru

  1. familuphz says:

    Halohaaa… hup! Aq muncul! Wakkakakakak
    Keren, semakim keliatan lulusan telekomunikasi,, hohohoho
    Tapi itu paragraf 3 nya,, ngga rata kanan… *saran ngga penting

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s