Pada Sebuah Cermin


Pada siapa kau bertanya saat semua pertanyaan yang sudah diketahui jawabannya? Pada sebuah cermin. Tak ada yang tersembunyi diantara kita yang berjarak satu hasta. Jawaban yang kau cari ada padanya di antara titik tatapan antar bola-bola matamu. Coba saja bertanya entah pertanyaan apapun, mulai dari kisah kehidupan yang terasa berat, entah gundah hati yang belum sempat kau utarakan atau bahkan kisah yang tidak ingin kau ucapkan sekalipun. Semua pertanyaan diserap oleh pantulan dan dijawab semua pertanyaan tanpa suara. Lemparkan saja pertanyaanmu dan kau akan temukan jawaban melalui tatapan yang hening. Sekali lagi, sebuah jawaban hening tanpa suara.

Berapa banyak sudah pertanyaan yang kau ajukan? Aku tak perlu tahu. Bukan urusanku, bukan masalah buat dapurku. Kita semua punya cermin bermacam ukuran sehingga tak perlu mendengar pertanyaan, apalagi mencoba mendapat jawaban dari pertanyaan orang lain. Sekecil apapun pecahannya, pada sebuah cermin terdapat jawaban atas apapun pertanyaan yang kau lempar. Pada sebuah cermin tersimpan berbagai macam jawaban dari semua permasalahan fana manusia.

Dalam terang dan tak bergerak, pada sebuah cermin, dia menyemburkan jawaban atas apapun yang kita lemparkan ke mukanya. Dalam diam, pada sebuah cermin, menyimpan banyak citra yang jika kau mampu kau kumpulkan akan menjadi album hidupmu. Pada sebuah cermin yang tipis tidak menyimpan ceritanya sendiri namun cerita bermacam wajah dan rupa manusia direkamnya. Tugasnya sederhana namun tidak pernah menyerah apalagi berubah. Pada sebuah cermin, kau sebut saja berapa besar ataupun kecil ukurannya tetap berfungsi sama dan setia memberi pantulan apapun yang ada di depannya. Pada sebuah cermin kita harusnya tidak hanya bisa bercermin tapi dapat meniru sifat dan sikapnya yang selalu apa adanya.

Jakarta, 2017

Advertisements

About isackfarady

drink water
This entry was posted in Uncategorized. Bookmark the permalink.

2 Responses to Pada Sebuah Cermin

  1. vlc terbaru says:

    Dalam terang dan tak bergerak, pada sebuah cermin, dia menyemburkan jawaban atas apapun yang kita lemparkan ke mukanya.

  2. Berapa banyak sudah pertanyaan yang kau ajukan? Aku tak perlu tahu. Bukan urusanku, bukan masalah buat dapurku.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s