Tantangan Menulis Di Blog


Hiasan dari sampah barang elektronik di Pantai Iboih, Sabang.

Hiasan dari sampah barang elektronik di Pantai Iboih, Sabang. (Dok. Reza)

Hal apa yang paling menarik untuk ditulis atau dituangkan melalui tulisan pada sebuah web blog? Setiap orang punya pendapat dan alasan yang berbeda begitu juga saya. Sejak pertama mulai blogging , saat itu saya masih menggunakan fitur blog di Friendster, saya senang menulis tentang apapun. Tanpa spesifikasi dan kriteria tulisan yang akan saya pasang. Pemikiran apapun walau selintas lalu saya tulis dan upload di sini. Semua yang bisa ditulis saya curahkan di sini. Mulai cerita keseharian, cerita masa depan, ide-ide konyol, cerita perjalanan bahkan cerita curahan hati dan gosip pun tidak ketinggalan. Boleh dibilang itu bagaikan Twitter pada jaman sekarang.

Lantas apa yang membuat blog menarik buat diisi? Sebagai analogi, pernahkah kamu sesekali membongkar lemari tua di gudang rumahmu? Saat menghalau debu-debu berterbangan, kamu menemukan secarik foto masa kecil bersama teman-teman ala Boy Band. Continue reading

Advertisements
Posted in Opinion | 1 Comment

Selamat Tahun Baru 2015


365Tidak terasa tahun 2014 telah berlalu. Ada banyak cerita baik suka maupun duka yang sudah dilalui. Entah itu tragedi maupun elegi terjadi silih berganti dalam rentang 365 hari yang sudah dilewati. Jangan dulu tanya apa yang akan saya lakukan di tahun yang akan datang, saya akan kesulitan menjawab untuk hal itu. Tidak juga lebih mudah menjawab apa yang sudah saya lakukan di tahun 2014 mungkin karena terlalu sedikit terlihat hasilnya.

Tahun 2014 adalah tahun istimewa buat saya. Saya merasakan banyak kejutan dan letupan baru kehidupan. Saya merasa dalam proses kenaikan kelas dalam beberapa hal. Setidaknya dengan semakin banyak masalah baru dan berat yang saya hadapi serta tantangan hidup yang ada di depan mata bisa dijadikan sebagai ujian kenaikan kelas. Saya termasuk orang yang percaya bahwa jika kita dihadapkan pada masalah yang jauh lebih sulit dari sebelumnya itu pertanda kita sedang dalam proses kenaikan kelas, kenaikan tingkatan. Continue reading

Posted in Opinion | Leave a comment

Bukan Maling Teriak Maling


Palang dilarang bersuara yang rusak di kampus IT Telkom. (Foto oleh Achmad Rizal)

Palang dilarang bersuara yang rusak di kampus IT Telkom. (Foto oleh Achmad Rizal)

Teman, tidakkah kita gelisah dengan isi berita di media siar maupun media cetak dewasa ini. Setiap hari memperlihatkan unjuk sifat tidak menyukai sesuatu yang nyaris tanpa solusi. Sebagian dari kita memprotes tentang mahalnya biaya kesehatan namun kita lupa untuk menjaga kesehatan. Kita sering memprotes tentang kekacauan lalu lintas tanpa ikut mendukung program pengentasan permasalahan. Terkadang kita lupa berkaca, kita sering memprotes lambannya penanganan permasalahan kemacetan oleh pemerintah dari dalam sebuah sedan ber-AC di tengah kemacetan. Kita terus memprotes bahaya global warming dan isu lingkungan lainnya tapi lupa berkaca bahwa listrik dan energi di lingkungan dibuang sia-sia. Lebih aneh lagi adalah memprotes lokalisasi tapi membiarkan VCD porno di pinggir jalan dan di televisi bisa dinikmati oleh anak SD sekalipun. Semua gugatan baik itu untuk kepentingan bersama maupun untuk kepentingan pribadi. Jika tidak atau lupa bercermin terlebih dahulu maka akan sama saja seperti pengendara motor di jalur busway memarahi Metro Mini yang juga masuk jalur busway. Continue reading

Posted in Opinion | Leave a comment

Kita Butuh Televisi Baru


Ada banyak alasan orang untuk menonton televisi dalam kesehariannya. Televisi seakan sudah menjadi kebutuhan utama yang tidak tergantikan saat ini. Ketergantungan kita terhadap benda ini sudah mengakar bahkan bisa disebut membudaya. Menonton televisi kian akrab dan mulai mengambil alih perhatian masyarakat kita khususnya di desa-desa nan terpencil di pelosok. Televisi menjadi satu-satunya media penghubung global terhadap apa yang terjadi di luar sana. Kehidupan kota, berita presiden, harga bahan makanan, informasi politik, seni hinga informasi teknologi terbaru di ujung dunia tersiar dan diserap masyarakat kita.

Teriakan sepak bola riuh dari warung kopi atau balai desa saat gol dilesakkan pemain disiarkan langsung dari televisi. Ibu-ibu bisa belajar memasak, anak kecil bisa bernyayi dan bapak-bapak bisa memantau perkembangan politik dalam dan luar negeri dari televisi. Banyaknya informasi baru yang diterima membuka mata kita. Tak dapat dipungkiri bahwa televisi memberi masukan lain yang berarti dalam kehidupan, memberi pengetahuan baru, informasi baru, memberi cara baru memandang sesuatu. Saya rasa sejak itulah televisi menjadi magnet kebutuhan hidup kita yang utama setelah listrik. Saya rasa perangkat elektronik pertama dibeli setelah listrik adalah televisi. Era radio pun mulai tergantikan sejak munculnya televisi, saat ini internet juga akan menggusur televisi konvensional. Continue reading

Posted in Opinion | Leave a comment

Mengenang Sang Johan Pahlawan (2)


Ada satu tempat lagi di Aceh Barat yang membawa saya lebih dekat lagi dengan sejarah Teuku Umar. Tempat yang satu ini sepertinya lebih mendapat perhatian orang banyak. Di tempat inilah Teuku Umar di kebumikan dan sudah dikeramatkan oleh warga setempat serta dijadikan sebagai objek wisata utama oleh Pemerintah Daerah. Makam Teuku Umar ini terletak di Gampong Mugo Rayeuk, berjarak 60 km dari kota meulaboh. Oleh masyarakat sekitar tempat ini dianggap sakral dan kerap dijadikan sebagai tempat ini sebagai perayaan kegiatan kedaerahan atau sekedar syukuran atas sesuatu yang diperoleh. Tidak mengherankan kalau tempat ini menjadi ramai dan disesaki warga pada tanggal tertentu seperti pelepasan nazar, peringatan Maulid Nabi, tahun baru Hijriah, syukuran hari raya hingga doa bersama tokoh politik daerah. Tempat ini telah menjadi tempat yang wajib dikunjungi warga Meulaboh.

Lapangan di depan makam Teuku Umar diantara rimbunan pohon

Perjalanan Meulaboh – Tutut dapat ditempuh dalam waktu satu jam perjalanan dengan kendaraan pribadi. Begitu memasuki lokasi, suasana rimbun pepohonan besar dan suara burung menyambut kedatangan pengunjung. Tampak dari kejauhan perkebunan sawit dan karet berbaris rapi diantara hutan belantara di kejauhan. Entah berapa lama lagi ekspansi perkebunan tersebut mencapai garis hutan ini mengingat pelebaran lahan perkebunan terus terjadi. Pemerintah daerah telah sadar bahwa tempat ini dapat dijadikan sebagai aset potensi daerah, wisata dan sejarah. Continue reading

Posted in Journey, Opinion | Leave a comment

Mengenang Sang Johan Pahlawan (1)


Sosoknya begitu melegenda, besar dan sangat dikenal luas baik secara nama maupun sebagai identitas kedaerahan. Diabadikan sebagai nama jalan utama di banyak kota di Indonesia serta menjadi ulasan sejarah perjuangan kemerdekaan di buku-buku sejarah.

Rasa ingin lebih mengenal dan mengingat nama besar tersebut itulah saya sebagai putra asli kelahiran Teuku Umar ingin menelusuri potongan kisah kebesaran tokoh pahlawan yang diberi gelar Johan Pahlawan tersebut. Kisah tentang kebesaran Teuku Umar sudah saya dengar sejak kecil. Masa kanak-kanak saya sering diajak bermain ke salah satu tugu penting di pinggir pantai yang di kenal dengan tugu Teuku Umar. Tugu itu dijadikan sebagai tugu peringatan lokasi tertembaknya Teuku Umar saat pertempuran dengan Belanda yang dipimpin oleh Van Der Dussen pada tahun 1899. Secara fisik yang saya ingat dari tugu tersebut hanya cat serba putih dan corak berwarna khas kopiah ‘Meukutob’ kebanggan bangsa Aceh. Posisinya sangat menarik perhatian karena berada persis di tepi laut pantai Batee Puteh. Saat sore hari banyak keluarga yang menghabiskan waktu bersama keluarga di sekitar tugu sambil menikmati keindahan samudera Hindia.

Tugu ini menyimpan cerita sejarah penting namun kurang mendapat perhatian dan terlantar

Sejak bencana Tsunami akhir tahun 2004 yang meluluh lantakkan kota Meulaboh, tugu bersejarah itu lenyap ditelan ganasnya ombak. Semua cerita tentang titik terakhir nafas Teuku Umar hilang menguap seketika. Hingga berselang beberapa kemudian saat suasana recovery, Pemerintah Daerah Aceh Barat mulai merenovasi tempat bersejarah tersebut. Sebuah tugu dengan ukuran lebih besar dibangun namun posisi bergeser dari lokasi yang sebelumnya. Tugu yang dulu saya kenal yang telah semakin mendekat ke bibir pantai dan kini sudah tidak bisa diakses. Lokasi tugu baru itu di bangun dengan lebih terencana, lebih besar dan lebih mapan dari segi bentuk dan ukuran. Sebuah bagunan berbentuk kopiah “meukutop” atau kopiah khas Teuku Umar dengan corak dan warna yang khas dibangun. Terdapat fasilitas umum seperti toilet dan lahan parkir untuk pengunjung. Usaha ini patut diapresiasi karena telah menjadikan tempat ini sebagai salah satu titik wisata sejarah. Continue reading

Posted in Journey, Opinion | 3 Comments

Bisnis Baru Masalah Baru


Perkembangan teknologi informasi menjadikan ketergantungan atas teknologi semakin tidak terbendung. Hampir setiap lini kehidupan dipengaruhi oleh teknologi informasi yang semakin mencengangkan, memudahkan dan menyenangkan. Teknologi informasi yang pada awal dekade 60-an hanya digunakan untuk kebutuhan peningkatan militerisme dan industri kini pada 2 dekade terkahir semakin mendekat ke kegiatan sehari-hari setiap orang. Sebuah perubahan global yang tidak dapat dihindari. Teknologi informasi membuat kegiatan manusia menjadi lebih gampang, hubungan komunikasi semakin mudah, bahkan komunikasi antar mesin sudah menjadi lazim. Manusia sudah dapat berkomunikasi dengan benda mati untuk membantu pekerjaan sehingga tidak perlu banyak bergerak untuk melakukan sesuatu, sudah ada mesin yang menjalankan.

Simbol dari perkembangan teknologi informasi adalah serba online dan terhubung. Industri teknologi informasi identik dengan Internet yang menjadikan apapun saling terkait, terhubung dan tersambung. Nyaris semua perangkat dapat dikenali dan berkomunikasi satu sama lain. Internet menjadi kunci penting dari perkembangan industri telekomunikasi. Alasan terpenting yang menjadikan perkembangan jaringan teknologi informasi menjadi sangat dinamis adalah mengejar kebutuhan akses cepat untuk berbagai layanan yang diberikan.

Continue reading

| 3 Comments